• March 1, 2024

Diderot Effect, Pola Konsumtif yang Pengaruhi Kondisi Mental

Diderot effect? Pernahkah Sahabat Sehat mendengarnya? Diderot effect termasuk pola konsumtif yaitu kecenderungan seseorang membeli barang baru yang seringkali tidak benar-benar dibutuhkan hanya demi bisa melengkapi barang yang sudah dimiliki. Tujuannya adalah demi memperoleh identitas pribadi dengan produk yang dibelinya.

Sebagai contoh, kamu baru saja membeli baju baru, lalu kamu merasa belum maksimal jika tidak membeli handbag atau sepatu yang senada. Akhirnya, kamu membeli handbag atau sepatu itu. Kondisi ini bisa menjadi kebiasaan kurang baik jika tidak diatasi.

Asal Mula Istilah Diderot Effect

Diderot adalah nama seorang filsuf berkebangsaan Perancis yaitu Denis Diderot. Selama hidupnya, Diderot berada dalam kondisi ekonomi kurang baik. Suatu saat, Diderot tidak mampu menyediakan perhiasan untuk pernikahan anaknya. Ratu Rusia bernama Catherine the Great kemudian menawarkan untuk membeli perpustakaan milik Diderot dan memintanya menjadi pustakawan dengan imbalan uang.

Diderot Effect, belanja
Fot: Pexels.com

Kondisi ekonomi Diderot membaik. Ia juga mendapatkan hadiah jubah mewah dari sahabatnya dan sangat terkesima. Lama kelamaan, ia menyadari jika jubah barunya tidak sesuai dengan barang yang sudah dimiliki sebelumnya. Diderot akhirnya terdorong membeli berbagai perabotan rumah baru, seperti cermin, karpet, meja, kursi, agar rumahnya sama mewahnya dengan jubah barunya. Karena tak terkontrol, ia berhutang dan kembali jatuh miskin. Inilah awal mula istilah Diderot effect.

Dampak Diderot Effect pada Kesehatan Mental

Tentunya, selain berdampak pada kondisi finansial yang membengkak, Diderot effect juga mengubah kebiasaan yang akhirnya berpengaruh pada kondis psikologis. Diderot effect termasuk perilaku konsumtif dan irasional, sehingga jika terlalu lama menimbulkan beberapa dampak berikut.

Meningkatkan Frekuensi Overthinking

Keinginan untuk membeli berbagai barang agar terlihat sempurna, tentu menimbulkan kebiasaan konsumtif. Pada akhirnya, akan berimbas pada frekuensi overthinking. Pasalnya, seseorang yang terbiasa berbelanja sesuka hati akan merasa cemas dan berpikir ia tidak sempurna ketika tidak mempunyai barang yang lengkap.

Meningkatkan Insecurity

Seseorang yang mengalami Diderot effect juga bisa mengalami insecure. Ia merasa tidak aman jika tidak mempunyai berbagai barang yang serasi dan membuatnya terlihat berkelas. Menurutnya, penampilan yang berkelas adalah pembentuk identitasnya, sehingga akan terus memenuhi keinginan berbelanja tersebut.

Memicu Rasa Senang Berlebihan

Rasa senang berlebihan karena berhasil memenuhi keinginan berbelanja merupakan salah satu kondisi kurang baik. Efek senang berlebihan ini akan membentuk ketergantungan. Jika tidak bisa melengkapi barang yang diinginkan, maka tidak merasa bahagia karena merasa ada yang kurang di hidupnya.

 Menimbulkan Stres karena Ketidakstabilan Ekonomi

Setelah menjadi kebiasaan, timbulah stres karena keuangan tidak stabil akibat pola konsumtif. Kondisi ini hanya membuatmu tertekan karena tidak bisa lagi membeli barang seperti biasanya, bahkan kebutuhan pokok juga tidak terbeli hingga terpaksa berhutang.

kkebiasaan belanja Diderot Effect,
Foto: Pexels.com

Cara Mengatasi Diderot Effect

Cobalah untuk membeli barang sesuai kebutuhan. Jika sudah mengarah pada Diderot effect, lihatlah kembali apakah sangat perlu membeli barang tambahan tersebut.

Sebelum belanja, buatlah daftar prioritas kebutuhan. Berikutnya, terapkan trik tujuh hari untuk menahan keinginan atau hasrat berbelanja. Tips ini berguna untuk mempertimbangkan keputusan pembelian agar tidak asal beli. Selanjutnya, waspadalah pada snowball effect yaitu efek beruntun yang timbul karena pembelian suatu barang, seperti halnya ketika membeli gadget yang membuat kamu ingin terus membeli aksesorisnya.

Menyederhanakan gaya hidup supaya tidak mudah terhasut untuk mengikuti gaya hidup orang lain. Kamu juga bisa membatasi pula askes media sosial untuk mengurangi kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain dan menghindari kemungkinan flexing. Terakhir, lakukanlah aktivitas produktif yang membuatmu bangga pada kemampuan diri, sehingga tidak hanya berfokus pada kebiasaan berbelanja.

Pola hidup konsumtif sangat berpengaruh buruk pada kondisi finansial dan mental. Berbagai dampak Diderot effect di atas dapat Sahabat Sehat atasi dengan berbagai cara yang sudah disarankan. Perencanaan keuangan sangat diperlukan agar tidak boros dan menyebabkan stres.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah mahasiswi Magister Sains Manajemen, UGM, dan sudah berpengalaman sebagai content writer freelance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *