• March 5, 2024

Kanker Payudara Herediter: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Mencegahnya?

Dalam paparannya, Dr. dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD, KHOM menjelaskan, “Penyebab kanker payudara keturunan adalah karena adanya mutasi pada gen kanker payudara, yang dapat muncul pada orang yang lebih muda usianya.” Penyebab paling umum dari kanker payudara herediter adalah mutasi bawaan pada gen BRCA1 atau BRCA2. Dalam sel normal, gen ini membantu membuat protein yang memperbaiki DNA yang rusak. Versi gen yang bermutasi dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal, yang dapat menyebabkan kanker.[iii]

Kanker Payudara Bisa Menyerang Perempuan dan Laki-Laki Lebih lanjut Dr. Nadia mengutarakan bahwa jika seseorang memiliki gen kanker payudara, maka ia mempunyai 50% kemungkinan untuk menurunkannya ke anaknya. “Perlu diwaspadai juga bahwa kanker payudara tidak mengenal gender, dapat menyerang baik perempuan maupun laki-laki,” ujar Dr. Nadia.

Rata-rata, seorang wanita dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 memiliki peluang 7 dari 10 terkena kanker payudara pada usia 80 tahun. Risiko ini juga dipengaruhi oleh berapa banyak anggota keluarga lain yang menderita kanker payudara. Jika lebih banyak anggota keluarga yang terpengaruh, peluangnya akan lebih tinggi.[iv]

“Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar pasien kanker payudara tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Namun anggota keluarga yang memiliki kerabat dengan kanker payudara memiliki risiko lebih tinggi,” jelas Dr. Nadia.

Risiko Kanker Payudara Dapat Meningkat jika Terdapat Kerabat Tingkat Pertama

Memiliki kerabat tingkat pertama seperti ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan dengan kanker payudara, maka risikonya menjadi dua kali lebih besar bagi seorang anggota keluarga perempuan lainnya. Memiliki 2 kerabat tingkat pertama meningkatkan risikonya sekitar 3 kali lipat. Seorang perempuan dengan ayah atau saudara laki-laki yang pernah menderita kanker payudara juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.[v]

“Risiko kanker payudara herediter dapat meningkat jika terdapat kerabat tingkat pertama, seperti Ibu, saudara atau anak yang terkena kanker payudara pada usia muda,” imbuh Dr. Nadia. “Mempunyai riwayat keluarga dengan kanker payudara pada kerabat dekat menjadi alasan tepat untuk segera berkonsultasi dengan dokter,” jelasnya.

Dr. Nadia menyatakan bahwa kejadian kanker payudara herediter ditemukan pada perempuan dalam rentang usia 41–50 tahun untuk karier mutasi BRCA1, dan dalam rentang usia 51–60 tahun untuk karier mutasi BRCA2. Untuk mengetahui jika seseorang mempunyai gen kanker payudara herediter, dapat melakukan tes gen BRCA. “Tes gen BRCA adalah tes darah yang menggunakan analisis DNA untuk mengidentifikasi perubahan berbahaya atau mutasi pada salah satu dari dua gen kerentanan kanker payudara — BRCA1 dan BRCA2. Orang yang mewarisi mutasi pada gen ini berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan dengan populasi umum,” ulas Dr. Nadia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *