• March 3, 2024

Konsumsi Hati Sapi, Sehat Engga, sih?

Sahabat Sehat, banyak yang berpendapat mengonsumsi jeroan termasuk di dalamnya hati sapi dapat membawa efek negatif bagi kesehatan. Hal ini dikaitkan dengan kandungan kolesterol pada jeroan. Benarkah demikian?

hati sapi
Foto: Pexels.com

Macam Olahan Hati Sapi

Hati sapi bisa dipanggang, direbus, dipanggang, digoreng, ataupun dibakar. Potongan hati sapi dipadukan dengan daging atau jeroan, seperti dalam berbagai macam olahan panggangan di Timur Tengah (misalnya meurav Yerushalmi). Olesan atau pâté dari hati memiliki berbagai nama, antara lain liver pâté, pâté de foie gras, liverwurst, dan braunschweiger. Hati juga diolah menjadi sosis hati seperti mazzafegato atau salsiccia matta.

Di Indonesia sendiri, hati sapi menjadi berbagai macam hidangan. Di antaranya sambal goreng hati sapi, gula hati sapi khas Minang, semur hati sapi, balado hati sapi, gulai hati sapi, krengsengan hati sapi, rendang hati sapi. Hati sapi cukup versatile sehingga bisa dimasak sesuai selera.

Kandungan Gizi Hati Sapi

Dalam 100 gram hati sapi terkandung energi 132 kkal, protein 19,7 gram, lemak 3,2 gram, karbohidrat 6 gram, dan 274 mg kolesterol. Ditambah kandungan mikronutrien kalsium 7 mg, fosfor 358 mg, besi 6,6 mg, kalium 213 mg, tembaga 0,51 mg, zinc 2,3 mg. Terkandung juga vit. A 13,3 mg, vit. B1 0,26 mg, vit. B2 1,52 mg, vit. B3 11,4 mg, vit. B12 59,3 mg, dan vit. C 31 mg. Jadi, bisa dikatakan bahwa hati sapi sangat padat dengan zat gizi.

hati sapi
Foto : Pixabay.com

Manfaat Kesehatan

Hati memiliki kandungan protein tertinggi dari semua jeroan, sehingga bisa menjadi salah satu pilihan sumber protein untuk dikonsumsi. Vitamin B12 berfungsi untuk membantu pembentukan sel darah merah. Zat besi penting untuk memproduksi hemoglobin dan protein kunci miglobin. Dengan begitu, konsumsi hati sapi dapat membantu menurunkan risiko anemia.

Vitamin A sangat penting untuk mereduksi risiko gangguan penglihatan. Selain penting bagi mata, vitamin A juga memegang peran penting berkaitan dengan risiko anemia, diare kronis, hingga penyakit fibrosis kistik. Ditambah kandungan zat besi, zink, dan tembaga yang merupakan mineral penting bagi mata dan mereduksi risiko degenerasi penglihatan pada manula. Oleh karena itu, mengonsumsi hati sapi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan membantu mendukung sistem kekebalan tubuh, sistem saraf, pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan reproduksi.

Batasan Konsumsi Hati Sapi

Hati sapi yang padat gizi memang baik bagi kesehatan, tetapi adanya kontra terhadap konsumsi hati sapi juga didasari alasan valid. Meskipun mengandung lemak yang rendah, hati dan jeroan mengandung kolesterol yang tinggi. Selain itu, risiko terkait mengonsumsi hati sapi antara lain asupan berlebih vitamin A dan tembaga, dan penyerapan antibiotik.

Terlalu banyak konsumsi vitamin A dapat menyebabkan hipervitaminosis A. Konsumsi terlalu banyak tembaga dapat menyebabkan keracunan tembaga. Hati sapi terkadang juga mengandung antibiotik residu antibiotik yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan, seperti resistensi antibiotik, reaksi alergi, anafilaksis, toksisitas, gangguan perkembangan embrio, dan jenis kanker tertentu. Jumlah konsumsi hati yang dianjurkan adalah pada kisaran 100–250 gram per minggu, bergantung pada usia dan jenis kelamin seseorang.

Sahabat Sehat, konsumsilah hati sapi dalam jumlah yang moderat dan beli dari produsen terpercaya untuk kualitas terbaik.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Setyaning Pawestri, S.Pi, M.Si

Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATEPA, Universitas Mataram. Lulusan Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Gadjah Mada dan Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *