• March 1, 2024

Masalah Kesehatan yang Umum Terjadi Saat Puasa

Seluruh umat Islam berbondong-bondong mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan puasa. Persiapan tersebut untuk membuat ibadah puasa menjadi lebih optimal. Salah satu persiapan yang penting dilakukan adalah mengantisipasi masalah kesehatan yang umum terjadi saat puasa.

Kamu sudah tahu apa saja masalah kesehatan yang sering muncul saat puasa? Mari cari tahu bareng Bumame!

Masalah kesehatan apa yang sering muncul saat bulan puasa?

Tak dapat dipungkiri bahwa keadaan tidak makan dan minum dalam beberapa waktu tertentu terkadang dapat menimbulkan beberapa permasalahan kesehatan. Kali ini kita akan membahas berbagai permasalahan yang sering muncul tersebut agar kita tidak sakit saat berpuasa.

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh sedang kekurangan cairan. Padatnya kegiatan aktivitas hingga cuaca terik dapat mengakibatkan tubuh lebih banyak kehilangan air. Selain itu, dehidrasi juga dapat terjadi akibat asupan air yang kurang. Kondisi dehidrasi biasanya ditandai dengan perasaan sangat haus, tenggorokan kering, urin yang berwarna gelap, hingga pusing. Pada orang dewasa, konsumsi air idealnya adalah sebanyak 8 gelas. Walaupun dalam keadaan berpuasa, jumlah air yang dikonsumsi hariannya harus tetap sama. Konsumsi air dapat dilakukan pada saat berbuka puasa, malam hari, dan saat makan sahur. Sehingga pengaturan strategi untuk jadwal konsumsi air sangat perlu dilakukan. Sangat direkomendasikan untuk membuat alarm pengingat jadwal minum apabila takut terlupa.. 

Pusing dan sakit kepala

Sakit kepala dapat dirasakan pada saat berpuasa, terutama pada hari-hari awal melakukan puasa. Penelitian menunjukkan bahwa sakit kepala selama berpuasa biasanya terletak pada regio otak bagian depan dengan skala nyeri intensitas yang ringan. Studi juga menunjukkan adanya keterkaitan antara glukosa darah yang rendah dengan pusing saat berpuasa. Selain itu, pengaturan pola istirahat yang kurang teratur juga dapat menjadi faktor pemicu munculnya sakit kepala. Oleh karena itu, selain asupan nutrisi yang cukup saat makan sahur, pengaturan jam tidur juga menjadi faktor penting agar tidak mengalami pusing dan sakit kepala selama berpuasa.

Asam lambung meningkat (maag) / GERD

Permasalahan lain yang sering muncul adalah maag atau bahkan GERD. Keadaan ini muncul bila dipicu kondisi lambung yang kosong, konsumsi makanan pedas, hingga konsumsi makanan berlebihan saat berbuka. Peningkatan asam lambung akan ditandai dengan rasa nyeri pada ulu hati. Bila dada terasa terbakar serta adanya rasa pahit pada pangkal tenggorokan akibat peningkatan asam lambung berarti sudah menandakan adanya GERD. Strategi yang tepat untuk mencegah hal ini adalah tidak lupa untuk makan sahur, kurangi konsumsi makanan asam, pedas, hingga kandungan kafein. Selain itu, saat berbuka konsumsi makanan sewajarnya jangan terlalu berlebihan.

Sebenarnya selama periode puasa, lambung akan mensekresikan hormon lapar, atau yang disebut ghrelin. Terdapat hubungan antara peningkatan kadar hormon ghrelin dengan perbaikan gejala refluks asam lambung. Sehingga dalam jangka waktu lama kebiasaan berpuasa justru dapat memperbaiki kondisi gejala asam lambung yang naik. 

Baca Juga: Selama Puasa, Tubuhmu Butuh Asupan Vitamin Ini!

Permasalahan pencernaan

Masalah pencernaan mulai dari perut kembung, diare, sembelit, hingga mual dapat terjadi ketika sedang berpuasa. Pengurangan asupan makanan selama bulan puasa ditambah dengan konsumsi air yang kurang dapat menyebabkan sembelit. Di sisi lain, perubahan pola dan jam makan dibanding hari biasanya dapat menimbulkan diare dan perut kembung. Kondisi higienitas dari makanan yang dikonsumsi juga faktor penting yang dapat memicu munculnya diare. Adanya masalah pada pencernaan tentu akan berdampak membuat ibadah menjadi terganggu. Sehingga, meskipun berpuasa sangat dianjurkan untuk memilih makanan yang kaya nutrisi dan serat, serta dengan kebersihan yang baik agar terhindar dari permasalahan pencernaan ini.

Gangguan mood

Beberapa orang mungkin akan mengalami perasaan lebih sensitif dan perubahan mood lainya saat sedang berpuasa. Ketika kondisi glukosa dalam darah sedang rendah, hal tersebut dapat mengakibatkan perasaan lebih sensitif. Glukosa darah yang rendah akibat penurunan asupan selama periode puasa dapat memicu terjadinya iritabilitas, kecemasan, hingga gangguan konsentrasi. Seperti yang telah diketahui bahwa sumber energi yang digunakan oleh otak adalah glukosa, sehingga bila glukosa berada dibawah nilai normal akan mempengaruhi kondisi emosi seseorang. Namun pada sebuah penelitian menunjukkan meskipun subjek merasa lebih mudah tersinggung saat berpuasa, mereka juga mengalami rasa pencapaian, kebanggaan, dan kontrol diri yang tinggi pada akhir periode puasa dibandingkan saat sebelum awal berpuasa.

Bau mulut

Salah satu keadaan yang tak dapat dihindari saat sedang berpuasa adalah bau mulut. Bau mulut saat berpuasa dipicu oleh kurangnya aliran air liur dan adanya zat aseton dalam nafas. Saat berpuasa, tubuh akan menggunakan lemak sebagai bahan energi. Produk samping dari metabolisme pembakaran lemak adalah aseton yang juga akan meningkat dalam darah dan nafas orang yang berpuasa. Ditambah lagi adanya kondisi dehidrasi akan menyebabkan mulut kering kemudian memicu bau mulut. Usaha yang dapat kita lakukan untuk meminimalkan bau mulut ini adalah dengan memperhatikan higiene gigi dan mulut. Penuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi dan menggosok gigi secara teratur merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Radang tenggorokan

Radang tenggorokan selama berpuasa cukup sering terjadi. Hal tersebut biasanya dipicu oleh adanya infeksi atau alergi terhadap lingkungan sekitar terutama debu dan polusi. Kondisi tenggorokan yang kering saat berpuasa karena asupan air yang berkurang membuat tenggorokan rentan untuk menimbulkan iritasi. Radang tenggorokan saat puasa juga biasanya dipicu oleh kebiasaan merokok dan konsumsi makanan berminyak. Oleh karena itu, kurangi kebiasaan makan gorengan, hindari merokok, dan penuhi kebutuhan air selama bulan Ramadan merupakan kunci agar kesehatan tenggorokan terjaga selama berpuasa.

Wah, ternyata cukup banyak ya permasalahan kesehatan yang dapat muncul saat sedang menjalankan ibadah puasa. Dengan mengetahui permasalahan apa yang sering muncul tentunya membuat kita dapat mengantisipasi sedari awal.

Baca Juga: Apa Benar Puasa Bisa Sembuhkan Kanker Kelenjar Getah Bening?

Apa saja tips menjaga kesehatan selama bulan Ramadan?

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang tiap sahur dan berbuka dengan porsi secukupnya
  • Cukupi kebutuhan minum harian dengan minimal 8 gelas setiap hari
  • Istirahat yang cukup dan teratur
  • Lakukan aktivitas fisik dengan berolahraga. Pengaturan jadwal olahraga penting dilakukan agar tidak terjadi hipoglikemi dan dehidrasi. Disarankan melakukan olahraga mendekati jam berbuka
  • Hindari merokok

Nah itulah beberapa tips yang dapat dilakukan selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Badan yang sehat membuat ibadah yang dilakukan tak terhambat. Yuk, bersama-sama jaga kesehatan selama berpuasa di bulan suci ini.

Ditulis oleh: Nabila Alsya Dwi Nirvana S.Ked

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *