• March 5, 2024

Tetap Sehat dengan Pangan Bergizi di Bulan Suci

Hai, Sahabat Sehat! Gimana kabarnya? Ngga terasa udah mulai puasa Ramadhan lagi ya. Berpuasa di bulan suci ini merupakan salah satu rukun Islam yang harus dikerjakan oleh setiap pemeluk agama Islam. Anak-anak hingga dewasa muslim menjalankannya. Bagi yang sudah baligh tentu wajib, kecuali memang memiliki masalah kesehatan atau kondisi lainnya yang diperkenankan untuk ngga berpuasa.

Saat berpuasa tubuh ngga mendapat asupan makan dan minum selama kurang lebih 8 jam. Nah, beberapa tips di bawah ini mungkin bisa membuat kamu lebih sehat dengan pangan bergizi dalam menjalani puasanya. Check it out!

Bagi Anak

Sejak anak-anak, banyak orang tua mulai memperkenalkan apa itu puasa. Tujuanya ya supaya Si kecil terbiasa nantinya. Selain itu, ajaran puasa menjadi salah satu metode pendidikan akan kesabaran, berperilaku yang baik, kasih sayang terhadap sesama, hingga kesehatan. Anak-anak dalam masa pertumbuhan sangat perlu kecukupan gizi harian. So, diharapkan menu sahur dan berbuka bagi sang buah hati dapat terpenuhi dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini supaya ngga membuatnya sakit dan tetap bugar saat beraktivitas.

sehat dengan gizi seimbang saat berpuasa
Foto: Pexels.com

Kebutuhan gizi anak sesuai usia, jenis kelamin, dan kegiatannya. Berdasarkan Angka Kecupukan Gizi (2019), anak laki-laki usia 10-18 tahun berkisar antara 2000-2600 kkal, sedangkan anak perempuan antara 1900-2100 kkal. Sebagai contoh, untuk memenuhi 2100 kkal jumlah porsi makannya yaitu, nasi (5-6p), lauk hewani (3p), lauk nabati (3p), sayur (3p), dan buah (4p). Huruf “p” berarti satuan penukar ya! Sahabat Sehat bisa cari lebih lanjut besar porsi setiap satuan penukar bahan makanan.

Bagi Dewasa Umum

Orang dewasa yang memeluk agama Islam tentunya udah terbiasa dengan puasa di bulan Ramadhan. Bahkan karena terlambat bangun, ada yang ngga sahur pun tetap kuat berpuasa. Tapi, tetap penting loh menjaga asupan makanan dan cairan yang seimbang saat puasa. Ngga kurang dan ngga lebih. Tak jarang kan, kamu pasti kalap ketika waktunya berbuka. Makan berlebihan ngga hanya dapat membahayakan tubuh tetapi juga dianggap mengganggu pertumbuhan spiritual seseorang, loh!

Saat sahur dan berbuka, makanan yang perlu dihindari adalah makanan olahan, makanan yang mengandung karbohidrat dalam bentuk gula, tepung putih, juga makanan berlemak, misalnya kue, biskuit, cokelat, dan permen. Selain itu, perlu menghindari kandungan kafein dalam minuman seperti teh, kopi, dan cola. Sebab, kafein merupakan diuretik dan merangsang kehilangan air lebih cepat melalui buang air kecil.

tip makan sehat saat berpuasa
Foto: Pixabay.com

Bagi Penyandang Diabetes

Penyandang diabetes yang menjalani puasa berisiko pada beberapa hal. Hipoglikemi, hiperglikemi, ketoasidosis diabetik, bahkan sampai terjadinya krisis hiperglikemi dan dehidrasi/thrombosis. So, harus benar-benar diperhatikan nih gula darahnya supaya tetap terkontrol saat berpuasa.

Kalori harian sejumlah 1200-2000 kkal harus didistribusikan untuk sahur (30-40%) dan berbuka (40-50%), ditambah camilan sehat (10-20%). Hindari makan dan minuman manis, serta konsultasikan penyesuaian obat diabetesnya ya, baik oral maupun injeksi.

Gizi seimbang perlu diperhatikan oleh semua umur. Caranya dengan tetap memenuhi seluruh zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Banyak sekali pilihan menu yang bisa menjadi alternatif makanan untuk sahur dan berbuka. Mulai dari sup ayam, pecel, soto ayam, sayur bening, dan sebagainya. Tentunya kamu bisa menyesuaikannya dengan tetap menggunakan bahan pangan aman, mudah diperoleh, dan harga yang terjangkau. Selamat menjalani ibadah puasa bagi umat muslim.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Putri Nur Laely

Mahasiswa
Gizi Masyarakat, IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *